KELINCI

SLEEPY LINDA

Selasa, 17 Mei 2016

PENGELOLAAN LABORATORIUM UNJA



BEBERAPA BAHAYA ALAT-ALAT DI LABOR
1. Apa bahaya air raksa?
Jawab
1.Jika Terhirup Lewat Saluran Pernafasan
Menghirup air raksa bisa menyebabkan gangguan pernafasan berat, gangguan pencernaan, batuk, ganguan jantung seketika dan nyeri dada yang hebat. Semua gejala awal ini bisa muncul setelah 4 hingga 12 jam menghirup air raksa. Bila terlalu sering menghirup air raksa maka bisa menyebabkan penyakit tremor, depresi, gangguan tidur dan gangguan fungsi mental.Cara mengatasi : jika harus bekerja menggunakan air raksa maka harus memakai masker untuk mencegah agar tidak menghirup air raksa.
2.Jika Tertelan dan Masuk ke Saluran Pencernaan
Menyebabkan sensasi rasa terbakar, gangguan pencernaan, gangguan asam lambung dan keracunan yang berbahaya. Kondisi keracunan akan terjadi jika sudah terlalu lama menelan air raksa atau tidak pernah mendapatkan penanganan yang serius. Beberapa gejala keracunan seperti depresi, mual, muntah, tremor, sakit kepala, gangguan mental dan tidak bisa hidup dengan normal.Cara mengatasi : jika sudan tertelan maka jangan langsung memberikan air minum, berikan oksigen dan segera meminta bantuan dokter terdekat.
3.Jika Terkena Mata
Air raksa yang mengenai mata bisa menyebabkan mata menjadi merah, perih dan iritasi. Reaksi ini hanya muncul jika hanya sedikit terkena air raksa. Namun jika sudah terkena dalam jumlah yang banyak maka bisa menyebabkan keracunan pada mata yang ditunjukkan dengan kondisi warna lensa mata yang berubah, dan membuat mata tidak peka terhadap cahaya.Cara mengatasi : bersihkan mata dengan air mengalir dengan membuka kelopak mata atas dan juga bawah kemudian tutup maka dengan kain kasa dan segera bawa ke dokter mata.
4.Jika Terkena Kulit
Jika air raksa mengenai kulit secara langsung maka bisa menyebabkan reaksi iritasi seperti merah, gatal dan panas. Air raksa yang mengenai kulit juga bisa masuk ke kulit lewat pori-pori. Dalam waktu lama maka bisa menyebabkan penyakit kulit seperti dermatitis, alergi kulit, kulit yang sangat peka terhadap berbagai jenis bahan kimia. (baca juga : penyebab dermatitis dan penanganannya).Cara mengatasi : cuci secara langsung kulit yang terkena air raksa dengan air bersih hingga benar-benar bersih. Juga bisa dibersihkan dengan bahan sabun cuci tangan yang lembut dan segera keringkan setelah benar-benar tidak ada air raksa yang tertinggal.
5.Gangguan Kesuburan untuk Wanita
Wanita yang terkena air raksa atau terkontaminasi secara terus menerus dan tidak pernah mendapatkan perawatan bisa mengalami  gangguan kesuburan. Kontaminasi ini bisa terjadi lewat air raksa yang terhirup, tertelan maupun terkena kulit dan masuk ke dalam tubuh. Reaksi pertama yang paling sering terjadi adalah waktu menstruasi yang tidak teratur, tidak ada ovulasi, kurang bergairah dan gangguan reproduksi seperti kerusakan rahim dan sistem reproduksi.
Cara mengatasi : perawatan yang cukup panjang untuk mengeluarkan semua racun air raksa yang sudah masuk ke dalam tubuh. Perawatan kesuburan diperlukan untuk mengembalikan tingkat kesuburan sesuai dengan usia.
6.Kerusakan Ginjal
Air raksa yang masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernafasan, kulit dan tertelan juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang cukup parah. Kerusakan ginjal disebabkan karena air raksa sudah masuk ke dalam tubuh dan terbawa ke aliran darah yang kemudian disaring oleh ginjal. Gejala awal kerusakan ginjal ditandai dengan kandungan albumin dan protein yang cukup tinggi dalam air seni. (baca juga : penyebab gagal ginjal akut dan kronik).Cara mengatasi : tergantung dari tingkat keparahan yang terjadi, jika sudah menyebabkan gagal ginjal maka harus cuci darah dan operasi transplantasi. Namun memang cukup sulit untuk memulihkan ginjal ke kondisi semula.
7.Radang Otak
Terkena air raksa lewat kulit tanpa pernah dibersihkan dengan baik bisa menyebabkan air raksa masuk ke tubuh lewa pori-pori. Kondisi ini bisa menyebabkan air raksa masuk ke dalam tubuh kemudian terbawa ke dalam darah hingga ke otak. Jika penumpukan air raksa terjadi di bagian otak maka bisa menyebabkan penyakit radang otak. Kondisi ini sering menyebabkan kematian karena sangat sulit untuk membersihkan efek air raksa yang sudah masuk ke otak. 
2. Apa bahaya asbes
jawab
Asbes adalah mineral silikat alami yang tersusun dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes dapat menghasilkan debu yang mengandung serat asbes. Masuknya serat asbes ini ke dalam paru-paru melalui pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti plak pleura, asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma. Kebanyakan orang yang terkena penyakit yang berhubungan dengan asbes adalah mereka yang dalam pekerjaannya sering terpapar dengan bahan asbes, yaitu pekerja bangunan. Seorang pekerja bangunan juga dapat membawa debu asbes ke rumahnya yaitu melalui pakaian kerjanya yang tidak diganti dan dipakainya hingga sampai kerumah, membuat keluarganya juga ikut terpapar.

Paparan asbes telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti:
  • Plak pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru.
  • Asbestosis - terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru.
  • Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling berisiko.
3.Apa bahaya zat radioaktiv
Jawab
1) Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh,
2) Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya,
3) Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan penyakit leukemia, dan
4) Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk local dengan tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
4.apa bahaya sinarx?
Jawab
1. Menyebabkan Penurunan Produksi Sel Darah
Bahaya pertama yang dapat ditimbulkan oleh terlalu sering melakukan rontgen adalah radiasi dari sinar x yang digunakan pada rontgen dapat menyebabkan menurunnya produksi sel daarah di dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu dampak dan bahaya langsung yang dapat dirasakan ketika tubuh terlalu sering terkena radiasi dari sinar x, yang salah satunya disebabkan oleh rontgen.
Dengan produksi sel darah yang menurun, sudah pasti hal ini akan berdampak bagi kesehatan kita. Sel darah yang menjadi lebih sedikit dapat menyebabkan anemia, yang memiliki gejala utama seperti tubuh yang menjadi terasa lemas, mudah lelah, letih, dan juga mudah terserang penyakit. Selain itu, hal ini juga kemungkinan dapat berpengaruh pada proses penyembuhan luka pada diri pasien.
Gangguan produksi sel darah ini juga bisa mengakibatkan :
2. Menyebabkan infeksi dan iritasi pada kulit
Bahaya rontgen yang kemungkinan dapat muncul yakni dapat menyebabkan munculnya iritasi dan juga infeksi pada bagian kulit. Terutama bagian kulit yang menerima paparan langsung dari sinar x yang dihasilkan. Paparan dan juga radiasi dari sinar x ini dapat menyebabkan munculnya iritasi pada kulit, dapat dilihat dari kondisi kulit yang memerah, muncul ruam, bintik-bintik serta kulit yang terasa gatal.
Selain itu, berbagai macam penyakit kulit juga dapat muncul, seperti kondisi kulit yang terasa panas dan juga perih. Banyak hal lainnya yang bisa mempengaruhi iritasi kulit ini, seperti berikut ini :
3. Memiliki dampak buruk bagi mata
Rontgen juga dapat menjadi sangat berbahaya, terutama ketika dilakukan pada organ dan juga bagian tubuh yang berdekatan dengan mata. Ketika rontgen dilakukan pada bagian tubuh yang berdekatan dengan mata dan pasien tidak menggunakan perlindungan yang standar. Maka hal ini akan menimbulkan kemunculan gangguan pada bagian mata pasien, seperti salah satunya adalah dapat menyebabkan iritasi dan juga penurunan fungsi penglihatan.
Dampak terburuk dari radiasi sinar x ini adalah dapat menyebabkan kebutaan. Bahaya kebutaan ini sebenarnya banyak pula diakibatkan oleh :
4. Mempengaruhi penurunan produksi sperma dan kemandulan
Bahaya lainnya yang dapat muncul karena penggunaan teknologi rontgen yang terlalu sering adalah dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi dari organ reproduksi. Hal ini erat sekali kaitannya dengan kemandulan dan juga penurunan kualitas dari sperma yang dimiliki oleh pria. Selain itu, radiasi dari sinar x yang ditembakkan ketika melakukan pemeriksaan rontgen dan juga dapat menyebabkan munculnya gangguan pada organ reproduksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen asal santun. Trim's