BEBERAPA
BAHAYA ALAT-ALAT DI LABOR
1. Apa bahaya air raksa?
Jawab
1.Jika Terhirup Lewat
Saluran Pernafasan
Menghirup air raksa bisa menyebabkan gangguan
pernafasan berat, gangguan pencernaan, batuk, ganguan jantung seketika dan
nyeri dada yang hebat. Semua gejala awal ini bisa muncul setelah 4 hingga 12
jam menghirup air raksa. Bila terlalu sering menghirup air raksa maka bisa
menyebabkan penyakit tremor, depresi, gangguan tidur dan gangguan fungsi
mental.Cara mengatasi : jika harus bekerja menggunakan air raksa maka harus
memakai masker untuk mencegah agar tidak menghirup air raksa.
2.Jika
Tertelan dan Masuk ke Saluran Pencernaan
Menyebabkan sensasi rasa terbakar, gangguan
pencernaan, gangguan asam lambung dan keracunan yang berbahaya. Kondisi keracunan akan
terjadi jika sudah terlalu lama menelan air raksa atau tidak pernah mendapatkan
penanganan yang serius. Beberapa gejala keracunan seperti depresi, mual,
muntah, tremor, sakit kepala, gangguan mental dan tidak bisa hidup dengan
normal.Cara mengatasi : jika sudan tertelan maka jangan langsung memberikan air
minum, berikan oksigen dan segera meminta bantuan dokter terdekat.
3.Jika Terkena
Mata
Air raksa yang mengenai mata bisa menyebabkan mata
menjadi merah, perih dan iritasi. Reaksi ini hanya muncul jika hanya sedikit
terkena air raksa. Namun jika sudah terkena dalam jumlah yang banyak maka bisa
menyebabkan keracunan pada mata yang ditunjukkan dengan kondisi warna lensa
mata yang berubah, dan membuat mata tidak peka terhadap cahaya.Cara mengatasi :
bersihkan mata dengan air mengalir dengan membuka kelopak mata atas dan juga
bawah kemudian tutup maka dengan kain kasa dan segera bawa ke dokter mata.
4.Jika Terkena
Kulit
Jika air raksa mengenai kulit secara langsung maka
bisa menyebabkan reaksi iritasi seperti merah, gatal dan panas. Air raksa yang
mengenai kulit juga bisa masuk ke kulit lewat pori-pori. Dalam waktu lama maka
bisa menyebabkan penyakit kulit seperti dermatitis, alergi kulit, kulit yang
sangat peka terhadap berbagai jenis bahan kimia. (baca juga : penyebab dermatitis dan penanganannya).Cara mengatasi : cuci secara
langsung kulit yang terkena air raksa dengan air bersih hingga benar-benar
bersih. Juga bisa dibersihkan dengan bahan sabun cuci tangan yang lembut dan
segera keringkan setelah benar-benar tidak ada air raksa yang tertinggal.
5.Gangguan
Kesuburan untuk Wanita
Wanita yang terkena air raksa atau terkontaminasi
secara terus menerus dan tidak pernah mendapatkan perawatan bisa
mengalami gangguan kesuburan. Kontaminasi ini bisa terjadi lewat air
raksa yang terhirup, tertelan maupun terkena kulit dan masuk ke dalam tubuh.
Reaksi pertama yang paling sering terjadi adalah waktu menstruasi yang tidak
teratur, tidak ada ovulasi, kurang bergairah dan gangguan reproduksi seperti
kerusakan rahim dan sistem reproduksi.
Cara mengatasi : perawatan yang cukup panjang untuk
mengeluarkan semua racun air raksa yang sudah masuk ke dalam tubuh. Perawatan
kesuburan diperlukan untuk mengembalikan tingkat kesuburan sesuai dengan usia.
6.Kerusakan
Ginjal
Air raksa yang masuk ke dalam tubuh lewat saluran
pernafasan, kulit dan tertelan juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang
cukup parah. Kerusakan ginjal disebabkan karena air raksa sudah masuk ke dalam
tubuh dan terbawa ke aliran darah yang kemudian disaring oleh ginjal. Gejala
awal kerusakan ginjal ditandai dengan kandungan albumin dan protein yang cukup
tinggi dalam air seni. (baca juga : penyebab gagal ginjal akut dan kronik).Cara mengatasi : tergantung dari
tingkat keparahan yang terjadi, jika sudah menyebabkan gagal ginjal maka harus
cuci darah dan operasi transplantasi. Namun memang cukup sulit untuk memulihkan
ginjal ke kondisi semula.
7.Radang Otak
Terkena air raksa lewat kulit tanpa pernah dibersihkan
dengan baik bisa menyebabkan air raksa masuk ke tubuh lewa pori-pori. Kondisi
ini bisa menyebabkan air raksa masuk ke dalam tubuh kemudian terbawa ke dalam
darah hingga ke otak. Jika penumpukan air raksa terjadi di bagian otak maka
bisa menyebabkan penyakit radang otak. Kondisi ini sering menyebabkan kematian
karena sangat sulit untuk membersihkan efek air raksa yang sudah masuk ke otak.
2. Apa bahaya asbes
2. Apa bahaya asbes
jawab
Asbes adalah mineral silikat alami yang tersusun
dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes dapat menghasilkan debu yang
mengandung serat asbes. Masuknya serat asbes ini ke dalam paru-paru melalui
pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti plak pleura,
asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma. Kebanyakan
orang yang terkena penyakit yang berhubungan dengan asbes adalah mereka yang
dalam pekerjaannya sering terpapar dengan bahan asbes, yaitu pekerja bangunan.
Seorang pekerja bangunan juga dapat membawa debu asbes ke rumahnya yaitu
melalui pakaian kerjanya yang tidak diganti dan dipakainya hingga sampai
kerumah, membuat keluarganya juga ikut terpapar.
Paparan asbes telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti:
Paparan asbes telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti:
- Plak pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru.
- Asbestosis - terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru.
- Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling berisiko.
3.Apa bahaya
zat radioaktiv
Jawab
1) Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur
manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh,
2) Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar
kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya,
3) Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan
terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan penyakit leukemia,
dan
4) Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan
somatis berbentuk local dengan tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk
sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
4.apa bahaya
sinarx?
Jawab
1. Menyebabkan Penurunan Produksi Sel Darah
Bahaya pertama
yang dapat ditimbulkan oleh terlalu sering melakukan rontgen adalah radiasi
dari sinar x yang digunakan pada rontgen dapat menyebabkan menurunnya produksi
sel daarah di dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu dampak dan bahaya
langsung yang dapat dirasakan ketika tubuh terlalu sering terkena radiasi dari
sinar x, yang salah satunya disebabkan oleh rontgen.
Dengan
produksi sel darah yang menurun, sudah pasti hal ini akan berdampak bagi
kesehatan kita. Sel darah yang menjadi lebih sedikit dapat menyebabkan anemia, yang
memiliki gejala utama seperti tubuh yang menjadi terasa lemas, mudah lelah,
letih, dan juga mudah terserang penyakit. Selain itu, hal ini juga kemungkinan
dapat berpengaruh pada proses penyembuhan luka pada diri pasien.
Gangguan
produksi sel darah ini juga bisa mengakibatkan :
2. Menyebabkan infeksi dan iritasi pada kulit
Bahaya
rontgen yang kemungkinan dapat muncul yakni dapat menyebabkan munculnya iritasi
dan juga infeksi pada bagian kulit. Terutama bagian kulit yang menerima paparan
langsung dari sinar x yang dihasilkan. Paparan dan juga radiasi dari sinar x
ini dapat menyebabkan munculnya iritasi pada kulit, dapat dilihat dari kondisi
kulit yang memerah, muncul ruam, bintik-bintik serta kulit yang terasa gatal.
Selain itu,
berbagai macam penyakit kulit juga dapat muncul, seperti
kondisi kulit yang terasa panas dan juga perih. Banyak hal lainnya yang bisa
mempengaruhi iritasi kulit ini, seperti berikut ini :
3. Memiliki dampak buruk bagi mata
Rontgen juga
dapat menjadi sangat berbahaya, terutama ketika dilakukan pada organ dan juga
bagian tubuh yang berdekatan dengan mata. Ketika rontgen dilakukan pada bagian
tubuh yang berdekatan dengan mata dan pasien tidak menggunakan perlindungan
yang standar. Maka hal ini akan menimbulkan kemunculan gangguan pada bagian
mata pasien, seperti salah satunya adalah dapat menyebabkan iritasi dan juga
penurunan fungsi penglihatan.
Dampak
terburuk dari radiasi sinar x ini adalah dapat menyebabkan kebutaan. Bahaya
kebutaan ini sebenarnya banyak pula diakibatkan oleh :
4. Mempengaruhi penurunan produksi sperma dan kemandulan
Bahaya
lainnya yang dapat muncul karena penggunaan teknologi rontgen yang terlalu
sering adalah dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi dari organ
reproduksi. Hal ini erat sekali kaitannya dengan kemandulan dan juga penurunan
kualitas dari sperma yang dimiliki oleh pria. Selain itu, radiasi dari
sinar x yang ditembakkan ketika melakukan pemeriksaan rontgen dan juga dapat
menyebabkan munculnya gangguan pada organ reproduksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komen asal santun. Trim's