KELINCI

SLEEPY LINDA

Kamis, 17 Mei 2018

Membuat Instrumen angket (PTK) dan validasi angket

1)CONTOH TUGAS

Nama   : LINDA ZAENATI NUR FARIDA
NIM    : RSA1C315003
Tugas   : PTK
Membuat Instrumen Angket dan Validasi angket
Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Salah satu contoh instrument adalah angket.
Kuesioner atau angket yang baik adalah angket yang bisa menyampaikan tujuan
penelitian si peneliti secara tidak langsung. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untukmembuat kuesioner yang baik khusus untuk membuat pertanyaan-pertanyaan yang ada,yaitu adalah sebagai berikut :
  1. Kejelasan, yaitu setiap pertanyaan yang ada harus jelas.
  2. Leading question, yaitu pertanyaan yang membuat responden tidak punya pilihan selain
    menjawab jawaban yang sesuai dengan keinginan anda.
  3. Hindari pertanyaan yang akan menyinggung responden
  4. Jangan buat pertanyaan hipotesis, yaitu pertanyaan yang didasarkan dugaan dan
    khayalan yang belum tentu pernah dilakukan responden.
  5. Jangan buat pertanyaan tentang moral yang tentunya tidak perlu ditanyakan.
  6. Langkah-langkah membuat angket:
  1. Menyusun kisi-kisI
  2. Pembuatan butir soal

KISI-KISI ANGKET MINAT BELAJAR FISIKA
Indikator
Deskriptor
Nomor Butir
Jumlah
Rasa senang untuk belajar
1.Merasa senang selama proses pembelajaran
1,2,3,4
4
2.Mengikuti pelajaran tanpa ada perasaan terpaksa
5,6,7,8
4
3.Merasa puas mengikuti pelajaran dengan baik.
9,10,11
3
Keaktifan dalam belajar
1.Pertisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran
12,13,14,15,16
5
2.Kemauan mengulang dalam mengulang pelajaran
17,18,19,20
4
Ketertarikan dalam belajar
1.Mengikuti pelajaran dengan antusiasme tinggi
21,22,23
3
2.Keinginan untuk memahami materi




ANGKET MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA
No
Pernyataan
Skor

2
3
4
5
1
Saya merasa senang mengikuti kegiatan belajar fisika di sekolah





2
Saya senang belajar fisika bersama dengan teman-teman





3
Saya berusaha tepat waktu memasuki kelas agar dapat mendengar penjelasan guru secara lengkap





4
Saya merasa bosan mendengarkan guru mengajar fisika





5
Saya mengikuti pelajaran fisika dengan keinginan sendiri





6
Saya rajin belajar fisika karna takut dengan gurunya





7
Saya tetap bersemangat belajar fisika tanpa disuruh orang tua





8
Saya tetap berusaha di dalam kelas meskipun guru yang mengajar fisika tidak hadir





9
Saya merasa puas bisa mengikuti pelajaran fisika dengan baik





10
Belajar fisika memberikan banyak manfaat untuk saya





11
Saya senang saat guru fisika berhalangan hadir saat mengajar





12
Saya merasa malas untuk belajar fisika disekolah





13
Saya malas bertanya pada guru mengenai materi yang belum saya pahami





14
Saya berusaha menanggapi pertanyaan yang diajukan guru dikelas





15
Saya selalu bertanya mengenai pelajaran fisika karna menarik





16
Saya berani mengoreksi guru jika ada kekeliruan dalam mengajar fisika





17
Saya selalu mengulang materi fisika yang diajarkan sebelumnya disekolah saat di rumah





18
Saat di rumah saya membaca kembali catatan pelajaran fisika tentang materi yang disampaikan di kelas





19
Saya malas mengulang pelajaran yang telah diajarkan guru dirumah





20
Saya selalu mengajukan pertanyaan kepada guru jika masih belum paham dengan materi fisika yang diajarkan





21
Saya sangat antusis untuk belajar fisika disekolah





22
Saya berusaha mengumpulkan tugas yang diberikan guru dengan tepat waktu





23
Saya berusaha menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri





24
Saya suka menunda-nunda dalam mengerjakan tugas fisika





25
Saya selalu menggarisbawahi materi-materi fisika yang penting pada buku





26
Saya kurang tertari untuk mencatat materi fisika yang disampaikan guru di kelas





27
Saya meminta penjelasan kepada guru bagian materi yang belum saya pahami





28
Saya bertanya kepada teman jika saya belum paham dengan materi yang diajarkan






1. Teknik Validasi dan Realibilitas Angket Gaya Belajar
            Teknik Validasi instrumen yang digunakan yaitu teknik Validitas konstrak yaitu validasi pendapat ahli. Dalam hal ini setelah instrument di konstruksi tentang aspek-aspek yang akan di ukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya di konsultasikan dengan ahli. Para ahli diminta pendapat tentang instrument yang telah di susun kemudian para ahli akan memberikan keputusan instrument dapat di gunakan tanpa perbaikan atau ada perbaikan. Setelah instrument valid maka di teruskan dengan uji coba instrument.
            Sebuah angket dapat di katakana baik sebagai alat pengumpul data maka harus di uji kelayakannya yaitu :
a.   Validitas
     Arikunto (2013)  menyatakan bahwa untuk menentukan validitas angket, digunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:



Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara x dan y
X = skor item
Y = skor total
ΣX = jumlah skor butir
ΣY = jumlah skor total
ΣX² = jumlah kuadrat butir
ΣY² = jumlah kuadrat total
ΣXY = jumlah perkalian skor butir dengan skor total
N = jumlah responden

Nilai r kemudian dikonsultasikan dengan rtabel (rkritis). Bila rhitung > rtabel maka butir tersebut valid dan begitu pun sebaliknya bila rhitung < rtabel maka butir tersebut belum valid.
b.   Reliabilitas
Menurut Arikunto(2010), Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat di percaya untuk di gunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik, untuk menentukan realibilitas angket, digunakan rumus Alpha Cronbach yaitu:

Dengan keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
 = jumlah varian butir/item 


= varian total
 
Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik ini, apabila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen asal santun. Trim's