KELINCI

SLEEPY LINDA

Minggu, 03 Desember 2017

Laporan Fisika Lingkungan

Berikut ini adalah contoh laporan projek untuk mata kuliah fisika lingkungan universitas jambi. Laporan ini berisi tentang pembuatan alternatif energi baterai dari bahan organik, menindak lanjuti dari penelitian sebelumnya yaitu pembuatan baterai dari kulit pisang dan pembuatan baterai dari sayuran. Pada penelitian ini, tim penelitian mencampurkan kedua bahan tersebut untuk melihat apakah baterai tersebut masih memiliki voltase dan arus listrik atau tidak. Berikut ini adalah ringkasan laporan nya.

 LAPORAN FISIKA LINGKUNGAN
“Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Babe
(Banana
Battery)”
Dasar Teori
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dimana sebagian besar penduduk Indonesia berkerja sebagai petani dan mayoritas dari hasil pertanian adalah buah-buahan dan sayuran. Menurut Sunaryo (dalam Rahman, dkk., 2012) salah satu ciri sayuran segar adalah tidak dapat disimpan lama dalam keadaan segar sehingga sebagian hasil yang dipanen tersebut telah rusak  selain itu buah pisang yang dikonsumsi sehari-hari juga menyisakan kulit pisang yang tidak dimanfaatkan.
   Selain itu krisis energi adalah masalah yang sangat fundamental, khususnya masalah energi listrik. sumber-sumber energy baru perlu diberdayakan karena penggunaan bahan bakar seperti fosil akan habis kurang lebih 17 tahun mendatang (Kadir, 1995).

Baterai merupakan salah satu sumber energi yang sekali habis pakai. Salah satu komponen baterai yang dapat diperbaharui adalah pasta baterai. Baterai yang setelah pakai biasanya dibuang atau tidak
dimanfaatkan lagi. Hal ini tentu saja tidak hemat dari segi energi maupun biaya. Selain itu baterai bekas yang dibuang ke tanah akan menghasilkan limbah yang sulit terurai secara alami.
 

Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit pisang.  Kandungan didalam kulit pisang seperti 68,90 % air, 18,50 % karbohidrat , 2,11% lemak, 0,32% protein, 71,5% kalium, 11,7% fosfor, 1,6 % besi dan 0,12 % vitamin. Di dalam kandungan kulit pisang terdapat berbagai macam elektrolit seperti fosfor ,besi , seng, dan kalium yang mampu menghantarkan ion dan elektron dalam elektroda

Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan dengan sumber listrik dan membantu menimalisir limbah baterai bekas dalam kehidupan seharihari dan menciptakan baterai yang ramah lingkungan Oleh karena itu, dalam karya tulis ini peneliti tertarik untuk memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai alternatif pengganti pasta baterai kering.

Tujuan
#Dapat memanfaatkan secara maksimal limbah kulit pisang sebagai alternatif sumber listrik terbarukan
#Dapat menciptakan baterai yang ramah lingkungan yang komponennya digunakan dari limbah kulit pisang
#Mampu menimalisir limbah kulit pisang dan mencegah limbah baterai yang dibuang sembarangan sehingga dapat mengotori ligkungan sekitar.
 

Alat dan bahan kulit pisang
bayam
jeruk nipis
baterai bekas

multimeter
tang
Cobek

Prosedur pembuatan
1. Bongkar baterai menggunakan tang dan peralatan penunjang lainnya.
 

2. Keluarkan serbuk elektrolit yang terdapat pada baterai.
3. Iris kulit pisang dan bayam, lalu dihaluskan.
4. Beri air perasan jeruk nipis pada kulit pisang dan bayam yang telah dihaluskan.
 

5. Masukkan bahan yang telah dihaluskan ke dalam tabung baterai hingga penuh
 

6. Tutup kembali tabung baterai
 

7. Ukur voltase pada baterai menggunakan multimeter.
  Hasil dan Pembahasan  Mengacu pada sejumlah penelitian sebelumnya, Ketiga bahan pasta yang kami buat diketahui mengandung elektrolit-elektrolit yang dapat menghasilkan tegangan listrik Limbah Baterai bekas yang sudah habis pakai dapat dimanfaatkan sebagai wadah,  kulit pisang dan sayuran (bayam) yang digunakan  juga merupakan limbah rumah tangga/limbah pasar.

baterai yang telah dibuat dicek menggunakan mulimeter digital. Hasil data menunjukkan, tegangan baterai yang dihasilkan sebesar 1.3 volt. Sedangkan pada baterai yang baru biasanya memiliki
tegangan sebesar 1.6 volt. Hal tersebut membuktikan bahwa pasta organik baterai yang dibuat menghasilkan tegangan listrik yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tegangan tersebut masih sangat lemah dan tidak cukup kuat untuk dipakai atau diimplementasikan pada peralatan elektronik. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh keadaan karbon dan baterai yang sudah tidak berfungsi baik lagi. Selain itu, baterai yang kami hasilkan juga belum dikemas dengan sangat baik sehingga daya dan tegangan baterai mudah menurun

Kesimpulan   
1.BaBe (Banana Battery) merupakan baterai alternatif yang ramah lingkungan menggunakan kulit pisang dan sampah organik lainnya sebagai bahan utamanya.
2.Sampah organik yang dipilih yang mengandung elektrolit sehingga dapat menghasilkan voltase.
3.BaBe tidak mampu menghasilkan arus listrik yang tinggi
 

 Saran

Untuk penelitian kedepannya sebaiknya menambahkan bahan yang kaya klorida seperti garam. hal tersebut akan memperkuat arus sehingga baterai bertahan lama dan daya pakainya juga tinggi. Selain itu, untuk pengembangan lebih lanjut, akan lebih baik jika dibentuk dalam produk AKI, sehingga dapat dilihat persentase arus yang dihasilkan tiap bahan.

 
 

 
Untuk download:
Ini linknya^^


Review:

img:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen asal santun. Trim's